My new Jimdo-Page

Let's get it started: Just click on Login, enter your password and start off.

 

Please note: You can change or delete all the text and images on this page. It's just a sample!

 

If you need help: Check the Help section, the Forum or write an E-Mail to support@jimdo.com

Palestine

Peperangan ini membongkar suatu rahsia siapa manusia itu yang sebenarnya dan di arena inilah kita mengenal apa itu erti hati Mereka yang suka buat kerosakan hatinya bersifat binatang Buas kejam mengerikan Dengan kebijaksanaan yang dimiliki maka dicipta senjata dengan tiga tujuan Mempertahankan diri Menguasai Dan perniagaan untuk mengaut keuntungan Meyang memiliki persenjataan paling unggul ini paling ditakuti seluruh dunia Apabila menceroboh sesebuah negara tiada negara lain yang berani memerangi kerana kalau diserang buruklah padahnya Kini Israel mengganas lagi Keganasan yang mendapat sokongan dan bantuan sekutunya Amerika Hak rakyat Palestin dicabuli Pertempatan dicabuli setiap hari dan misi berjalan siang da malam Serangan di atur dari udara darat dan laut seolah2 ingin menamatkan riwayat orang2 Palestin seluruhnya Kelihatan Palestine tiada harapan untuk menang perang setakat ini kerana Israel bukanlah lawan yang setanding bagi Israel Hamas hanyalah seperti semut yang gigitannya takkan dapat memusnahkan dan mudah pula dijahanamkan Begitulah sifat binatang tidakkah kau tahu bahwa binatang itu suka menceroboh dan merampas hak binatang lain? Ia takpeduli,kasihan atau malu biar ramai yang memerhati dan mencaci Aduhai kasihannya aku melihatkan Kanak2 yang terbunuh dalam perang ini Sebelum itu ramai pula kelaparan yang kebuluran Aku sudah benar2 mengerti Bangsa Israel suatu bangsa yang amat keji Sombong angkuh dan pentingkan diri Memandang rendah akan bangsa2 lain Kerana bagi mereka, mereka adalah bangsa paling mulia di alam ini Dan mereka mengira merekalah bangsa pilihan Tuhan Tapi sebenarnya sebagaimana kita mengutuki Begitu jugalah Tuhan mengutuki atau mungkin lebih lagi Wahai orang2 Islam , Buddha, Hindu dan lainnya Berlainan bangsa dan agama bukanlah tiket untuk kita berlaku kejam pada yang lain Bukankah kita sama2 manusia? Kita semua adalah hamba pada yang Satu Bukankah Tuhan telah mengingatkan ? Tidakkah engkau berasa takut? Barangsiapa yang bersikap kejam di dunia ini Akan tersiksa kemudian hari Tempatnya di neraka menanggung penderitaan Teman... gembirakanlah rakyat Palestine Hulurkan bantuan dan sokongan Mereka perlu terus hidup untuk mengenyam kemerdekaan dan kebahagian Jika tiada keperihatinanmu Hidup mereka akan terus kelam Bagaikan malam tanpa bulan atau bintang Tidak berseri.


Perut Rumah Penyakit
-Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani 
Bagaimanapun, setiap penyakit ada obatnya. Memasuki bahasan ini, kami
catat hubungannya dalam sabda Nabi : " Perut adalah rumah dari
segala penyakit dan sumber dari segala kesembuhan adalah dengan
diet." Diet disini berarti waspada penuh akan apa yang masuk ke
mulut dan sampai ke perut kita. Langkah awal dalam berdiet adalah
mengontrol keinginan ego untuk makan. Nabi mengatakan : " Kami
adalah kaum yang tidak makan kecuali sedang lapar dan ketika kami
makan, tidak sampai kekenyangan."

Kepandaian yang benar dimiliki oleh mereka yang menjaga tangannya dari
meraih sesuatu untuk bisa dimakan lagi, orang seperti itu benar-benar
menjaga egonya. Ego selalu ingin lebih - mereka selalu tamak. Jika
Allah menganugerahi kita sebuah rumah, maka ego melirik mereka yang
memiliki rumah yang lebih besar, dia ingin memiliki rumah itu. Ego
tidak akan pernah mengatakan," Alhamdulillah, kita mempunyai
sebuah tempat untuk tinggal." Jika seseorang memiliki satu juta
dollar, ego ingin dua juta; jika ada yang punya dua juta, ego ingin 3
juta.

Yahya bin Yahya, seorang murid Imam Malik meminta nasihat. Imam Malik
memberinya 3 nasihat, setiap hal berisi sebuah harta karun. Kata
beliau : Aku akan menyusun seluruh obat-obatan para dokter, dan hasil
dari ilmu pengobatan dalam satu kalimat adalah : jauhkan tanganmu dari
makanan selama kamu masih punya keinginan untuk makan.

Dengan mengikuti nasihat itu, orang tidak akan melihat penyakit selama
hidupnya. Yang paling penting adalah melatih ego untuk mendengar dan
menerima kebenaran. Perang dengan nafsu berawal dari sebuah
percakapan, debat antara ruh (yang menginginkan kemenangan spiritual )
dengan nafsu/ego yang mencari kepuasan hal-hal yang paling dasar.
Ruh akan bertanya pada ego : "Kamu sudah selesai makan ?" yang
kemudian dijawab : "Belum, aku masih ingin beberapa gigitan lagi,
makanan ini sungguh enak." Pada saat itu diri yang suka mencela
( an- nafs al-lawwamah ) akan mengatakan : " Tapi kamu tidak
menjaga sunnah dalam hal makan." Itulah titik keputusan : untuk
mengamati sunnah atau tidak – untuk menjaga disiplin atau tidak
– untuk mengontrol nafsu atau tidak.

Untuk alasan itulah Nabi mengatakan : Berkontemplasi selama sejam
adalah lebih baik daripada 70 tahun ibadah. Berarti apa yang dicapai
dalam meditasi tidak bisa dicapai dengan hanya ibadah, karena iblis
juga menyibukkan diri dengan ibadah terus menerus, tidak ada bagian
dari surga dan bumi tersisa tanpa bekas dari sujud mereka. Namun
pada akhirnya iblis gagal akibat ego pemberontakkannya. Hanya karena
satu perintah Tuhan yang tidak dia patuhi menjadikannya jatuh dalam
kehinaan.

Syaikh Abul Hasan ash-Shadili mengatakan: " Buah dari muraqabah (
meditasi ) adalah talenta karunia dari Ilahi." Tapi meditasi
tidak bisa dilakukan diantara banyak orang, namun dengan mengisolasi
diri ( al-uzlah ). Dalam faktanya, alasan utama orang duduk menyendiri
adalah untuk melakukan meditasi. Meditasi itu benar-benar terpisah
dari semua mata dan telinga orang lain. Memberi kesempatan kalian
untuk melatih ego, menungganginya, seperti seorang joki menaiki
gunungnya sendiri. Begitu kalian menunggangi ego, maka dia tidak akan
bisa mengontrol kalian lagi. Ketika kalian mengatakan : " Aku
tidak mau makan." Dia akan mengatakan," Aku mendengar dan aku
patuh." Bila tidak dilatih, maka kalian yang akan di kendalikan
oleh ego.

Itulah sebabnya mengapa seorang guru bisa menguji murid-muridnya
dengan memberi mereka makanan yang berlebihan. Ujian semacam itu
sebenarnya untuk memerangi keinginan ego untuk tidak makan, yang
biasanya terasa bila perut telah kenyang dan makanan tidak begitu
lezat. Dalam menjaga cara-cara sufisme, tidak ada hal dilakukan untuk
menuruti keinginan ego. Jadi jika Syaikh memerintahkan kalian untuk
makan semangkuk penuh makanan lembut dan hambar, maka kalian harus
memakannya dengan senang hati, karena itu adalah kepatuhan dimana
Syaikh akan menaikkan maqam kalian.

Dan bila Syaikh membagikan makanan lagi, makanan yang penuh barakah
berasal dari tangan beliau, dari hasil ibadah-ibadah beliau, dan
menyiapkan makanan itu ketika beliau berdoa dan bershalawat atas Nabi
– lalu kalian, walaupun dengan cara paling halus mengatakan
"Ini sudah cukup." Hal itu menampakkan ketidak patuhan kalian,
keinginan dalam hati kalian untuk mengatakan "Tidak, aku tidak
ingin makan lagi." Maka hati-hatilah, jika reaksi kalian pada
sesuatu yang sebenarnya tidak membahayakan adalah seperti itu, lalu
bagaimana bila selanjutnya Syaikh meletakkanmu dalam ujian yang lebih
berat?



Inspirasi Sebiji Buah Kelapa
Bahagian manakah yang kau
pilih?
Dari sebiji buah kelapa
Adakah sabutnya? atau tempurungnya?
Atau isinya atau santannya?

Aku pilih akan minyaknya
Kerana ia jernih bercahaya
Lagi lembut tenanag geraknya
Malah ia banyak gunanya
Untuk masakan untuk kejelitaan
untuk kesihatan

Ya insan ibaratnya diri kita
Seperti sebiji buah kelapa
Empat daerah persinggahan sementara
Ke lima tempat akhir perjalanan
tujuan utama
Di zon ini tidak pernah terdetik
walau secubit keraguan
Di sini kau mengenal erti kesucian
Tiada rasa kekhuatiran
Tiada rasa kesedihan
Ilmumu serba aneka kaulah ulama
Jiwa jernih dan bercahaya
Tenang tenteram bahagia
Laksana minyak kelapa

Marilah bersama memanjatkan doa
Kepada Dia yang Maha Kuasa
Harapkan Dia datang kepadamu
Kerana kau takkan mampu
datang kepadaNya
Berharaplah ...berharaplah
Ingat! Jangan sekali-kali putus asa.


Cerita 2
Alangkah menderitanya hidup di dalam 
kesukaran
Alam yang indah terasa hangat membakar
Suara manja gadis2 kedengaran
seperti ledakan bom...amat mencemaskan
Lebih memedihkan lagi apabila
sinaran matahari menjadi hidangan
paling buruk...amat menyiksakan
Kehidupanku hampir22tiada lansung kenikmatan
Kerana hatiku terlalu gundah gulana
Memikirkan kehancuran moral manusia
Satu manesfitasi tiada lagi keikhlasan

Bagaikan sibuta keholangan tongkat
Begitulah keadaan kebanyakan manusia
Yang buta mata di hati
Beraksi di pentas kehidupan
Melakunkan watak2 jahat
Masing2 seperti kapal yang bocor
Terumbang ambing menati karam

Terlalu banyak kemungkaran
di sekililingku
Kebanyakan manusia hamba kepada nafsu
Iblis dan syaitan menjadi sekutu
Mengulangi dosa tanpa jemu

Aku masih dalam perjalanan
Hajat hatiku terlalu besar
Mencari dan ingin sekali ketemui
Manusia yang paling baik hari ini
Mungkinkah ia berada di hujung dunia
Atau di tengah2 kota yang besar
`Alangkah baiknya bertemankan
mereka2 itu'
sebagai tempat mengadu

Oh! Tuhan ...tunjukkan lah aku
kepadanya
Untukku jadikan teman sejati
Buat memimpinku ke jalan yang kau redhai
Agarku menjadi insan yang suci

Hati ini akan ku bawa mati
Sedang mati adalah pasti
Tiada suatum pun yang terkecuali
Hanya Engkau yang kekal abadi

Kepada Engkau aku menghadap
Di malam yang hening ini
Ampunilah setiap dosa2 ku
Yang besar dan yang kecil
Yang ku sedari dan yang tak ku sedari
Berilah taufik dan hidayahMu
Dan menetap di hatiku
lalu menerangi jalanku
Ku pohonkan berulang kali
Agar kukuh iman ini.


Aku Hidup Dan Kesedaran
Haruskah aku sembunyikan?
Sedang waktu menyatakan telah tiba!
Aku menyimpan suatu rahsia
Yang mesti diperdengarkan kepada yang ada

Kehidupan semakin membesar dan berkembang
terlalu mencabar
Dewasa ini tiap apa yang diperbuat
perlu ada ganjaran
Wang ringgit lebih utama
Yang lain2 juga perlu ..
tidak kurang pentingnya
menjadi tujuan simaterialistik

Apa yang aku lihat hari2 adalah sandiwara
Suatu nperlakuan dan perbuatan
makhluk TUhan
Ramai darinya yang terbabas
Dari landasan hidup sebenar
Sedang yang menerti turut hanyut
Kerana tiada ketahanan diri
Kemahuan nafsu yang berlebihan
tidak terkawal
Seperti burung yang terlepas dari
sangkar
Menjadi simbolik pada kebebasan
dalam tiap perbuatan

Apakah masih ada yang mengamalkan
Halal dan haram sepenuhnya?
Atau ini semua hanya dibibir sahaja
Sedang hati menidakkan
Di tengah khalayak khusyuk dan tunduk
Bila sendirian kelakuanmu terkutuk

Jika tidak jujur pada diri sendiri
Bagaimana bisa jujur pada yang lain?

Pejam mata dan renung seketika
....siapa diri ini?
Cuma secebis dari samudera luasnya
ciptaan Tuhan
Lemah dan memerlukan
Kerana itu sedarlah  insaflah dan patuh
Taatilah apa2 yang telah diwajibkan

Apa yang kulihat sepanjang hidup
Ku fikir punca dan kesudahan
Banyak perkara yang memusykilkan
Dan aku mengira akau perlu untuk memahami
Erti kehidupan yang sebenarnya

Apa yang aku lihat di alam sana adalah kebenaran
Yang terbit dari hati nuraniku
Suatu perkhabaran rahsia
Yang tersembunyi dari pandangan mata kasar
Guna untuk memantapkan keimanan
dan kehambaan.



 

FASTSUBMIT LINK -->
Free Search Engine Submission
Free Search Engine Submission

<< New Text >>

esei.wordpress.com